Selasa, 07 September 2010

Sejarah Marga Pasaribu


Marga adalah kelompok kekerabatan menurut garis keturunan ayah (patrilineal) Sistem kekerabatan patrilineal menentukan garis keturunan selalu dihubungkan dengan anak laki laki. Seorang Batak merasa hidupnya lengkap jika ia telah memiliki anak laki laki yang meneruskan marganya. Sesama satu marga dilarang saling mengawini, dan sesama marga disebut dalam Dalihan Na Tolu disebut Dongan Tubu. 

TAROMBO adalah silsilah, asal usul menurut garis keturunan ayah. Dengan tarombo seorang Batak mengetahui posisinya dalam marga. Bila orang Batak berkenalan pertama kali, biasanya mereka saling tanya Marga dan Tarombo. Hal tersebut dilakukan untuk saling mengetahui apakah mereka saling “mardongan sabutuha” (semarga) dengan panggilan “ampara” atau “marhula- hula” dengan panggilan “lae/tulang”. Dengan tarombo, seseorang mengetahui apakah ia harus memanggil “Namboru” (adik perempuan ayah/bibi), “Amangboru/Makela”,(suami dari adik ayah/Om) “Bapatua/Amanganggi/Amanguda” (abang/adik ayah), “Ito/boto” (kakak/ adik), PARIBAN atau BORU TULANG (putri dari saudara laki laki ibu) yang dapat kita jadikan istri, dst 
Begitu juga dengan Pasaribu punya asal-usul yang belum tentu semua orang mengetahuinya. berikut tarombo marga pasaribu : 
 itu adalah gambaran atau tarombo marga pasaribu secara umum. berikut ini adalah tarombo marga pasaribu secara khusus : 
itu adalah sedikit dari tarombo agar kita yang bermarga batak bisa melihat dan menyesuaikan diri dimanapun kita berda. afar tarombo itu tidak hilang ditangan generasi yang tidak mau ambil pusing.terimakasih.

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...