Memendam cinta dalam hati ?? Hmmm…hal ini akan wajar kalau yang melakukan perasaan terpendam itu adalah seorang cewek . Tapi ga akan wajar kalau yang memendam perasaan cinta, suka dan perasaan nafsu adalah seorang cowok . Banyak cowok yang termasuk saya sendiri melakukan pendam memendam perasaan dalam hati, padahal jelas-jelasn cinta banget sama si cewek itu . Kita para cowok sering sekali menebak-nebak dan menerka-nerka hati seorang cewek, padahal tebakan kita sering salah (biasa lupa sama pepatah bahwa dalamnya lautan bisa diukur pake penggaris, dalamnya hati siapa tahu ). Contoh saja nih pada diri saya sendiri , saya sering nebak kalo cewek A ini ga mungkin suka sama saya dan pasti akan nolak saya, padahal belom mencoba PEDEKATE malah dah minder duluan ..
Rabu, 22 Desember 2010
Apreasiasi Buat Ibu Tercinta
Ibu!
Bu, hari ini adalah Hari Ibu sedunia. Di sini, orang-orang amat gembira memperingatinya. Mereka memberi hadiah dan memeluk ibunya. Ada juga yang mengajak ibunya jalan-jalan atau shopping di mall. Ada juga yang mengajak ibunya ke restoran makan-makan sambil bergurau. Mereka sungguh bahagia kelihatannya, Bu!
Bu, hari ini adalah Hari Ibu sedunia. Di sini, orang-orang amat gembira memperingatinya. Mereka memberi hadiah dan memeluk ibunya. Ada juga yang mengajak ibunya jalan-jalan atau shopping di mall. Ada juga yang mengajak ibunya ke restoran makan-makan sambil bergurau. Mereka sungguh bahagia kelihatannya, Bu!
Selamat Hari Ibu, Ibu!
Engkau adalah ibu sekaligus malaikat buat kami, anak-anakmu. Engkau mengandungkan kami dalam masa sembilan bulan. Waktu yang cukup lama membawa kami ke mana kakimu melangkah. Engkau tidak mengeluh berapa beratnya. Engkau tidak memaki-maki ketika kami menendang-nendang dalam perutmu. Engkau malah mengelus-elus perutmu dengan belaian tangan kasih sayang sambil berkata dengan senyuman, "Cup! Cup! Cup! Jangan nakal, Nak! Semoga engkau tumbuh menjadi anak yang baik kelak!"
Engkau adalah ibu sekaligus malaikat buat kami, anak-anakmu. Engkau mengandungkan kami dalam masa sembilan bulan. Waktu yang cukup lama membawa kami ke mana kakimu melangkah. Engkau tidak mengeluh berapa beratnya. Engkau tidak memaki-maki ketika kami menendang-nendang dalam perutmu. Engkau malah mengelus-elus perutmu dengan belaian tangan kasih sayang sambil berkata dengan senyuman, "Cup! Cup! Cup! Jangan nakal, Nak! Semoga engkau tumbuh menjadi anak yang baik kelak!"
Ya, Tuhan! Begitu mulianya ibuku.
Ibu, pernahkah kau merasa letih ketika kamu lahir ke dunia ini? Engkau harus menyusui kami dengan air susumu sendri. Ya, kami memakan dan meminum yang menjadi sesuatu milik tubuhmu. Ketika kami menangis, sekali lagi, kau menyuguhkan ASI-mu dengan, walaupun putingnya sudah perih. Yang ada di pikiranmu hanya untuk membuat kami berhenti menangis. Walau nyamuk menggigiti tubuhmu, kau menahan kesakitan itu. Kau tidak bergeming, lantaran takut kami akan terjaga dan menangis lagi. Ibu, berapa banyakkah darahmu yang telah kau sumbangkan secara percuma kepada nyamuk-nyamuk yang tidak mengenal belas kasihan itu? Tidakkah kau pernah berpikir kalau nyamuk-nyamuk itu, bisa saja menjadi perantara untuk melayangkan nyawamu? Adakah kau sama sekali tidak memikirkan itu lagi, karena kami semata, anakmu?
Ibu, pernahkah kau merasa letih ketika kamu lahir ke dunia ini? Engkau harus menyusui kami dengan air susumu sendri. Ya, kami memakan dan meminum yang menjadi sesuatu milik tubuhmu. Ketika kami menangis, sekali lagi, kau menyuguhkan ASI-mu dengan, walaupun putingnya sudah perih. Yang ada di pikiranmu hanya untuk membuat kami berhenti menangis. Walau nyamuk menggigiti tubuhmu, kau menahan kesakitan itu. Kau tidak bergeming, lantaran takut kami akan terjaga dan menangis lagi. Ibu, berapa banyakkah darahmu yang telah kau sumbangkan secara percuma kepada nyamuk-nyamuk yang tidak mengenal belas kasihan itu? Tidakkah kau pernah berpikir kalau nyamuk-nyamuk itu, bisa saja menjadi perantara untuk melayangkan nyawamu? Adakah kau sama sekali tidak memikirkan itu lagi, karena kami semata, anakmu?
Sabtu, 18 Desember 2010
Hery's World: ketika “waktu” membalas dengan sadis
Hery's World: ketika “waktu” membalas dengan sadis: "“Pergunakanlah internet sebagai perpustakaan terbesar dalam menggali pengetahuan. Tapi ngomong2, kenapa waktu searching di google itu, habi..."
Selasa, 14 Desember 2010
Ketika “Waktu” Membalas dengan Sadis
“Pergunakanlah internet sebagai perpustakaan terbesar dalam menggali pengetahuan. Tapi ngomong2, kenapa waktu searching di google itu, habis ngetik keywordnya, kita tekan ENTER?”
“Nanti klo tekan ENTAR, siapa yg mau nunggu… ”
****
ahahaha, stress…. akhir2 ini saya merasa sangat hancur (curhat). Apa yang saya persembahkan sebagai tugas laporan adalah asal-asalan dan asal jadi. Saya juga mencoba memilih untuk gabut (gaji buta) dalam pembuatan laporan.
Semua bermula dari saya hidup serampangan dengan tidak lagi menghargai waktu. Saya suka datang telat ketika kuliah (namun untungnya dosennya juga belum datang, he…) dan telat kalau ada rapat dan bahkan memilih tidak ikut rapat maupun acara2 di luar kuliah yang pernah saya ikuti. Saya sudah benar2 tidak menghargai waktu, itu intinya.
“Nanti klo tekan ENTAR, siapa yg mau nunggu… ”
****
ahahaha, stress…. akhir2 ini saya merasa sangat hancur (curhat). Apa yang saya persembahkan sebagai tugas laporan adalah asal-asalan dan asal jadi. Saya juga mencoba memilih untuk gabut (gaji buta) dalam pembuatan laporan.
Semua bermula dari saya hidup serampangan dengan tidak lagi menghargai waktu. Saya suka datang telat ketika kuliah (namun untungnya dosennya juga belum datang, he…) dan telat kalau ada rapat dan bahkan memilih tidak ikut rapat maupun acara2 di luar kuliah yang pernah saya ikuti. Saya sudah benar2 tidak menghargai waktu, itu intinya.
Ungkapkan dengan Gulma
Gulma. Gulma adalah tanaman tumbuhan yang salah tempat. Demikian secuil definisi yang diutarakan para ahli. Andai saja gulma dapat mengungkapkan perasaanya, mungkin ia akan berkata, “Mengapa nasib ku jadi sebagai gulma. aku dianggap salah tempat. Uh, kenapa?” (sedikit merenung, hahaha…)
Salah tempat. Ada yang masih berpikir salah tempat di jurusannya? Berarti… dicurigai sebagai gulma jurusan.
Akhir2 ini saya sedikit terusik akan keberadaan rumput disepanjang jalan, dari kampus ke kos (soalnya kos2annya di semak2,he…). Biasanya klo jalan, ya jalan aja, tanpa memperhatikan rumput di tepi jalan. Tapi kali ini, rumput di tepi jalan seakan bisa bersuara, bersorak dan berbisik2. Rumput itu seolah berkata, “Hai Hery… Habis kuliah ya? Udah kenal ama kita2 gak? Godain kita2 dong”
Salah tempat. Ada yang masih berpikir salah tempat di jurusannya? Berarti… dicurigai sebagai gulma jurusan.
Akhir2 ini saya sedikit terusik akan keberadaan rumput disepanjang jalan, dari kampus ke kos (soalnya kos2annya di semak2,he…). Biasanya klo jalan, ya jalan aja, tanpa memperhatikan rumput di tepi jalan. Tapi kali ini, rumput di tepi jalan seakan bisa bersuara, bersorak dan berbisik2. Rumput itu seolah berkata, “Hai Hery… Habis kuliah ya? Udah kenal ama kita2 gak? Godain kita2 dong”
Senin, 13 Desember 2010
Keegoisanmu Bukan lah Kehendak dan Keinginanmu
Tulisan ini adalah tulisan paling tidak penting untuk dibaca. tapi cukup untuk diresapi aja. ini adalah sepenggal pengalamanku di kampus, identitas dan teman seangkatanku. dari sekian banyak masalah dan gonjakan. yang bisa aku tulis hanyalah ini. check it out!
Mengapa selalu sulit untuk memberi,,
Mengapa tak pernah sedikit saja untuk mengerti,,
Bukan hanya untuk hal tertentu,,
Cobalah untuk semua hal walaupun hanya sesepele apapun,,
Pernahkah anda berfikir untuk menghargai perasaan setiap orang....?!
Akankah keegoisan selalu merajai dalam setiap diri seseorang,,
Slalu ingin menang tanpa ingin mengalami kekalahan,,
Slalu ingin kemudahan tanpa ingin mengalami kesulitan,,
Slalu ingin dimengerti tanpa mau untuk sedikit mengerti,,
Mengapa tak pernah sedikit saja untuk mengerti,,
Bukan hanya untuk hal tertentu,,
Cobalah untuk semua hal walaupun hanya sesepele apapun,,
Pernahkah anda berfikir untuk menghargai perasaan setiap orang....?!
Akankah keegoisan selalu merajai dalam setiap diri seseorang,,
Slalu ingin menang tanpa ingin mengalami kekalahan,,
Slalu ingin kemudahan tanpa ingin mengalami kesulitan,,
Slalu ingin dimengerti tanpa mau untuk sedikit mengerti,,
Berkah Beasiswa Saat Wawancara
Yang harus disiapkan menjelang waktu wawancara, pertimbangkan tujuan wawancara. Review UC aplikasi anda untuk berjaga2,ditakutkan ada yang kurang lengkap selama wawancara Anda.
Buat pertanyaan perkiraan yang menurut Anda akan dimintai jawabannya.
Ketika merumuskan jawaban Anda, ingatlah untuk menekankan pada kekuatan jawaban anda dengan berbagai macam alasan. hal ini berguna untuk meyakinkan sponsor beasiswa
Buat pertanyaan perkiraan yang menurut Anda akan dimintai jawabannya.
Ketika merumuskan jawaban Anda, ingatlah untuk menekankan pada kekuatan jawaban anda dengan berbagai macam alasan. hal ini berguna untuk meyakinkan sponsor beasiswa
Langganan:
Postingan (Atom)


