Brontisa longgissima saat ini menjadi ancaman bagi perkelapaan nasional maupun internasional. Serangan berat hama ini dapat mengakibatkan penurunan produksi hingga 50% dan kematian tanaman muda sekitar 5%.
Hama Brontispa longgissima dilaporkan pertama kali dari Kep. Aru (Kep. Maluku) pada tahun 1885. Hama yang diduga berasal dari Indonesia (Kep. Aru dan Prop. Papua) dan Papua Nugini, pada awalnya tidak menimbulkan masalah serius karena hanya terbatas pada beberapa wilayah, namun pada beberapa tahun belakangan ini, telah menyebar luas ke hampir seluruh propinsi di Indonesia dan beberapa Negara di Asia Pasisik. Brontispa Longgissima menyerang semua tingkat umur tanaman, mulai tanaman yang masih di pembibitan sampai pada tanaman kelapa tua di lapangan.
Hama Brontispa longgissima dilaporkan pertama kali dari Kep. Aru (Kep. Maluku) pada tahun 1885. Hama yang diduga berasal dari Indonesia (Kep. Aru dan Prop. Papua) dan Papua Nugini, pada awalnya tidak menimbulkan masalah serius karena hanya terbatas pada beberapa wilayah, namun pada beberapa tahun belakangan ini, telah menyebar luas ke hampir seluruh propinsi di Indonesia dan beberapa Negara di Asia Pasisik. Brontispa Longgissima menyerang semua tingkat umur tanaman, mulai tanaman yang masih di pembibitan sampai pada tanaman kelapa tua di lapangan.