Tampilkan postingan dengan label hery pasaribu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hery pasaribu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Desember 2016

"Buccu" Panggilan Sayang Jaman Sekarang

Kata ini merupakan bahasa makassar yang berarti busuk. Buccu merupakan bahasa khas asal Makassar yang sudah mengalami banyak arti. Seringkali dalam kehidupan sehari-hari kata buccu disematkan pada seseorang yang menimbulkan bau badan atau tempat tinggalnya yang kotor. 

"Buccu mu deh", begitulah kira-kira orang makassar mengejek untuk mengingatkan temannya yang berbau busuk. Namun, belakangan ini kata buccu sering menjadi panggilan sayang antara sesama pasangan.

Kamis, 08 Desember 2016

Majene dalam Kenangan

Awal pertemuanku dengan kota ini ketika saya ikut Kelas Inspirasi dan ambil bagian dalam mengajar anak-anak pedalaman Majene. Mulai dari situ saya mulai mencintai kota ini. Kota kecil yang menggairahkan. Banyak destinasi wisata yang ada di Kota ini. Jika anda pencinta wisata kuliner datanglah ke kota ini. Berbagai jenis ikan dengan berbagai racikan disediakan di Kota ini. 

Semakin hari saya semakin mencintai kota ini. Tak ada alasan untuk tidak betah disini. Pesona persahabatan sangat kental dan sangat terasa hingga saya menemukan sebuah keluarga baru. Ah.. Bukan sekedar keluarga, banyak hal yang tidak bisa diurutkan dan dijabarkan. 

Jumat, 02 Desember 2016

Kelas Inspirasi Majene Hadirkan Kapolda Sulbar dan Wabup Majene

  1. TRIBUN-TIMUR.COM -Komunitas Peduli Pendidikan,Kelas Inspirasi Majene kembali menggelar kegiatanKelas Inspirasi yang diselenggarakan pada hari Sabtu (27/08/2016).

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya diadakan setelah diadakan pertama kali pada tahun 2014 dan kembali digelar pada tahun 2015 dan 2016.
Maryam Farlam, selaku ketua panitia kegiatan kali ini mengatakan bahwa kegiatan ini mengajak semua kalangan dari berbagai profesi untuk turut ambil bagian membangun mimpi anak Indonesia.

Ambil Hikmah dari film "Train to Busan"

Malam minggu kemarin saya beserta tim relawan Kelas Inspiras dari polewali menyempatkan menonton film korea yang sudah banyak di perbincangkan di media sosial. Dan saya sangat ingin memberikan cerita singkat mengenai film ini. Judul filmnya "Train to Bussan". Film ini bercerita tentang zombie yang menyerang korea. Film ini sudah mendapat banyak penghargaan baik di korea maupun di dunia internasional. Film ini baru rilis 2016 ini.

Jumat, 29 Juli 2016

Eksotisme Puncak Villa Karomba, Negeri diatas Awan ala Pinrang

Rumah Toraja di Belakang itu adalah Villa
Kali ini berkesempatan mengunjungi Villa Karomba yang terletak di Kec Lembang Kab Pinrang bersama sahabat saya, Hasdar Adam. Villa ini milik pengusaha sukses bernama Ir. Donatus. Villa ini sudah ada sejak 10 tahun lalu. Namun baru diperbaiki 3 tahun terakhir dan baru terbuka untuk umum setahun terakhir ini.


Puncak Karomba berada di desa Sali-sali, Kecamatan Lembang dan lokasi wisata ini berada di perbatasan kabupaten Polman Sulawesi Barat dan Kabupaten Mamasa Sulsel. Pemiliknya juga berdarah Toraja Mamasa. 

Selasa, 24 Juni 2014

BRI Cabang Polewali, Melayani dengan Setulus Hati


Kabupaten Polewali terletak sekitar 260 KM dari kota Makassar. Kabubapaten ini terletak di wilayah paling barat di Sulawesi, yang biasa dikenal dengan Sulawesi Barat atau Sulbar. Dulu, polewali tergabung dengan Sulawesi Selatan. Tapi karena ada pemekaran makanya polewali memisahkan diri. 
 
Berfoto Bersama Pinca BRI Polewali, Rory Lumban Toruan

Jumat, 20 Juni 2014

Untukmu Rejuvinasi 08, “Nyanyian di dalam Bus”

Cerita ini terjadi ketika Fakultas Pertanian mengadakan praktik lapang ke Pabrik Gula Takalar. Kejadian ini sekitar tahun 2009. Saat itu kami masih memasuki semester 3. Saya lupa mata kuliahnya. Tapi yang saya ingat kami, Rejuvinasi 08 dan beberapa jurusan Tanah dan Proteksi Tanaman ikut serta dalam praktik lapang ini. Praktik lapang ini merupakan praktik lapang pertama yang kami lakukan setelah dua semester tidak pernah terjun ke lapangan.  Praktik lapang merupakan kegiatan yang melihat kondisi langsung di lapangan dari teori yag telah didapatkan saat perkuliahan.
Logo Angkatan Agronomi 08 Unhas, Rejuvinasi 08.

Jumat, 30 Mei 2014

Dari Mamasa Ke Campalagian


Kisah perjalanan di tanah Sulawesi berlanjut lagi. Setelah 13 bulan mendekam di Mamasa dengan segala kisah suka dan duka, akhirnya BRI me”Mutasi”ku ke daerah pesisir pantai yaitu Campalagian. Sebelumnya, saya tidak pernah berpikir untuk dipindah secepat itu dari Mamasa. Melihat banyaknya pegawai yang harus menjalani masa kerja minimal 2 tahun disana. Kota ini telah mengajarkanku banyak hal. Kekeluargaan yang sangat kental dan para nasabah yang sangat dekat dengan pegawai BRI.

Kegilaan Kru BRI Unit Mamasa saat FPK di Soppeng

Sabtu, 11 Januari 2014

Sebuah “Kado” Untuk Adlin


Sebelumnya saya memiliki segudang ide untuk menulis dalam berbagai topik. Tapi tidak pernah sempat untuk menulisnya disamping pekerjaan yang seabrek di kantor. Pergi kerja jam 07.00 pagi pulang kerja biasanya jam 07.00 atau jam 08.00 malam. Itu juga kalau tiba di kamar langsung ambil posisi enak untuk tidur dan menunggu besoknya lagi untuk rutinitas kantor.

Kenangan Waktu Magang

Kamis, 14 November 2013

Antara Baru dan Barru


Sebenarnya cerita ini sudah lama, sekitar 4 tahun yang lalu saat saya masih Mahasiswa Baru (Maba). Waktu itu, di Jurusan Agronomi semua senior sangat galak kepada kami. Suatu sore ada pengumpulan. Pengumpulan merupakan suatu istilah di kampus dimana semua maba dikumpulkan di suatu tempat baik itu ruang kelas, lapangan atau tempat sesuka hati senior. 

Salah satu kebersamaan Rejuvinasi saat jadi Padus di Wisuda

Senin, 11 November 2013

BRI Polewali Manjakan Nasabah Lewat Pesta Rakyat Simpedes


Kantor cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Polewali menggelar Pesta Rakyat Simpedes di Lapangan Gaswon Wonomulyo, Jumat-Minggu (8-10/13). BRI memanjakan nasabahnya dengan program tabur hadiah senilai ratusan juta rupiah. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepeduliannya kepada nasabah di seluruh Kabupaten Polewali dan Kabupaten Mamasa.
Salah satu Gambar Siswa dalam Lomba Menggambar

Rabu, 28 Maret 2012

Kegagalan Menjadi Motivasi

Kegagalan dalam hidup saya adalah ketika saya gagal mendapatkan beasiswa untuk belajar ke Amerika. Waktu itu saya optimis sekali akan diterima. nama dari beasiswa itu adalah IELSP. kegiatannya adalah belajar di Amerika dan mendalami kebudayaan di Amerika. saya sangat antusias mempersiapkan segala sesuatunya. mulai dari surat rekomendasi, motivation letter sampai dengan TOEFL Test. Setelah merasa siap dengan semua kelngkapan beasiswa itu saya pun mengirimkan formulir saya melalui kantor pos. Satu bulan sudah saya menunggu akhirnya pengumuman siapa-siapa yang lulus keluar. Ternyata saya tidak lulus dan tidak mendapat pemberitahuan untuk lanjut seleksi berikutnya. 

Keberhasilan yang Pernah Saya Raih

Keberhasilan dalam hidup saya adalah ketika saya bisa lulus di perguruan tinggi negeri. Dulu, semenjak lulus dari SMP saya bercita-cita ingin lanjut di sebuah sekolah negeri. pada saat kelulusan SMP saya mendaftrakan diri saya di sekolah negeri. namun sayang pada saat pengumuman, nama saya tidak ada dalam urutan nama-nama yang lolos di sekolah itu. akhirnya orangtua saya memilih mendaftarakan saya ke sekolah swasta yaitu SMA swasta Katolik ASsisi karena waktu untuk mendaftar di sekolah negeri lainnya sudah tertutup. mau tidak mau saya sekolah di SMA itu. 

Tapi dalam hati saya ketika kuliah nanti saya akan dan harus kuliah di perguruan tinggi negeri. Semangat itu yang selalu saya tanamankan dalam hati saya sehingga saya selalu tyermotuvasi belajar. buktinya saya selalu juara di kelas. Oleh karena itu saya sellalu menjaga motivasi itu dan menyimpannya sehingga ketika pendaftaran SNMPTN saya bisa lulus di Universitas Hasanuddin Makassar. 

Pendapat Orang Tentang Hery Pasaribu

sEDIKIT NARSIS.. BERIKUT TANGGAPAN ORANG-ORANG DI SEKITARKU TENTANG SAYA..HHE...

Nurdiyah (MAhasiswa Agronomi Angkatan 2009) :"K'Hery itu baik"
Nurwanti (Mahasiswa Agronomi Angkatan 2008) : "Hery itu perantau dari Medan"
Ika Fitri (Mahasiswa Agronomi Angkatan 2008) : "Hery itu suka sekali makan dan tukang makan"
Heraniati (Mahasiswa Agronomi Angkatan 2008) : "Orangnya suka makan coto dan sangat tertarik dalam dunia jurnalistik"
Nani Paidjo (Mahaiswa Agronomi Angkatan 2009) : "Orangnya terlalu sibuk. abang baik dan baik juga deh.."

Rabu, 07 Maret 2012

Jeritan Orangtua


Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu, maklumilah diriku. Disaat daku menumpahkan kuah sayuran dibajuku, disaat aku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu, ingatlah saat aku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya. Saat aku dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankanmu, bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku. Dimasa kecilmu, aku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Disaat aku membutuhkanmu untuk memandikanku, janganlah menyalahkanku. Ingatkah dimasa kecilmu bagaimana aku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?. Disaat aku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi moderen, janganlah menertawaiku. Renungkanlah bagaimana aku dengan sabarnya menjawab setiap “mengapa” yang engkau ajukan di saat itu.

Kata-Kata dari seorang Sahabatku yg Duluu


“Adalah sebuah kesalahan ketika mempercayai orang yang seharusnya tidak patut diberi kesempatan untuk belajar dipercayai.”

                “Adalah suatu kesalahan ketika telah menganggap orang itu keluarga namun orang itu tak menganggapnya apa-apa”

“Kejujuran adalah hal penting dalam suatu pertemanan. Tapi manusia adalah sumber kesalahan, tak pernah luput dari salah.”
        Aku setuju sekali, tapi cobalah kau ketahui kenapa dia berbuat salah. Jangan langsung men-judge kesalahanya”

Jumat, 23 Desember 2011

Nongol di Koran tribun Timur Makassar

Awal tahun 2011 lalu, saya memiliki kesempatan untuk mengikuti diklat lanjut jurnalistik yang diadakan olh Universitas Negeri Jakarta. cerita mengenai itu sudah saya tuliskan dalam tulisanku yang lalu-lau. yang ingin saya tampilkan kali ini adalah mengenai tulisanku yang sempat terbit di tribun timur makassar.

Bentuk tulisan saya ini dimuat dalam rubrik citizen reporter. kala itu kanda ana, wartawan tribun menghubungi kami bertiga; saya, hardianti dan fadli mustamin untuk membuat list acaranya supaya dinaik cetak di edisi besoknya. kami pun bersepakat saya yang menulis dan mengirimnya ke email k'ana. dan anda bisa melihat hasilnya di e paper tribun timur seperti yang saya upload diatas. check it out.

Selasa, 18 Oktober 2011

Tulisan dari Blog Sebelah

Dulu, tanggal 20 Januari 2009 Kubulatkan tekadku tuk mendaftar di organisasi apapun itu. Dan yg terbuka saat itu PK identitas, ya.. kupaksakan diriku tuk mengikuti pemagangannya meski ku tahu di sana pastilah sangat berat.

Rabu, 22 Desember 2010

Apreasiasi Buat Ibu Tercinta

Ibu!
Bu, hari ini adalah Hari Ibu sedunia. Di sini, orang-orang amat gembira memperingatinya. Mereka memberi hadiah dan memeluk ibunya. Ada juga yang mengajak ibunya jalan-jalan atau shopping di mall. Ada juga yang mengajak ibunya ke restoran makan-makan sambil bergurau. Mereka sungguh bahagia kelihatannya, Bu!
Selamat Hari Ibu, Ibu!
Engkau adalah ibu sekaligus malaikat buat kami, anak-anakmu. Engkau mengandungkan kami dalam masa sembilan bulan. Waktu yang cukup lama membawa kami ke mana kakimu melangkah. Engkau tidak mengeluh berapa beratnya. Engkau tidak memaki-maki ketika kami menendang-nendang dalam perutmu. Engkau malah mengelus-elus perutmu dengan belaian tangan kasih sayang sambil berkata dengan senyuman, "Cup! Cup! Cup! Jangan nakal, Nak! Semoga engkau tumbuh menjadi anak yang baik kelak!"
Ya, Tuhan! Begitu mulianya ibuku.
Ibu, pernahkah kau merasa letih ketika kamu lahir ke dunia ini? Engkau harus menyusui kami dengan air susumu sendri. Ya, kami memakan dan meminum yang menjadi sesuatu milik tubuhmu. Ketika kami menangis, sekali lagi, kau menyuguhkan ASI-mu dengan, walaupun putingnya sudah perih. Yang ada di pikiranmu hanya untuk membuat kami berhenti menangis. Walau nyamuk menggigiti tubuhmu, kau menahan kesakitan itu. Kau tidak bergeming, lantaran takut kami akan terjaga dan menangis lagi. Ibu, berapa banyakkah darahmu yang telah kau sumbangkan secara percuma kepada nyamuk-nyamuk yang tidak mengenal belas kasihan itu? Tidakkah kau pernah berpikir kalau nyamuk-nyamuk itu, bisa saja menjadi perantara untuk melayangkan nyawamu? Adakah kau sama sekali tidak memikirkan itu lagi, karena kami semata, anakmu?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...