Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Januari 2014

Sebuah “Kado” Untuk Adlin


Sebelumnya saya memiliki segudang ide untuk menulis dalam berbagai topik. Tapi tidak pernah sempat untuk menulisnya disamping pekerjaan yang seabrek di kantor. Pergi kerja jam 07.00 pagi pulang kerja biasanya jam 07.00 atau jam 08.00 malam. Itu juga kalau tiba di kamar langsung ambil posisi enak untuk tidur dan menunggu besoknya lagi untuk rutinitas kantor.

Kenangan Waktu Magang

Sabtu, 27 April 2013

Kota Mamasa yang Terburuk dan Semakin Terpuruk (2)

Dalam Postingan Blog ku yang berjudul Kota Mamasa yang Terburuk dan Semakin Terpuruk belum memuat foto untuk membuktikan kekuatan tulisan saya. Melalui postingan saya kali ini saya akan menampilkan beberapa foto real yang saya alami selama bertugas di Mamasa. Semoga ini cepat berakhir.

Longsor Batu Raksasa

Motor diangkat karena tidak bisa lewat.

Akses jalan terputus

Baca baik baik tulisan ini. Ini memberikan pertolongan atau pemerasan.

Waktu itu saya harus melewati jalanan ini karena akan bertugan ke Mambi. Ada pelayanan Khusu BRI di Pasar Kecamatan

Motorku sedang diangkat

Penampakan Longsor dari arah yang berlawanan

Jalanan Terbelah



Motor harus didorong karena tidak sanggup mendaki

Batu Raksasa jatuh dari atas bukit.

Semoga penderitaan ini cepat berakhir..

Rabu, 24 April 2013

Kota Mamasa yang Terburuk dan Semakin Terpuruk


Semenjak tahun 2009 saya menginjakkan kaki di Mamasa untuk mengikuti Bakti Sosial PMK Fapertahut Unhas. Untuk pertama kalinya saya sudah merasa under estimate untuk kota Mamasa. Sebelum berangkat ke Mamasa yang saya dengar hanya obrolan dari senior senior dan teman teman yang pernah dan tahu tentang Mamasa bahwa Mamasa itu katanya sebuah kabupaten baru dan sedang berbenah diri. Jalanannya jelek dan bergelombang. Waktu itu saya masih mewajarkan hal itu. Dan perjalananku pun dimulai dan betul bahwa butuh kesabaran super duper untuk bisa sampai di tempat itu.

Salah satu jalanan menuju kekota mamasa yg rusak parah..
Waktu itu, jalanan kesana sangat jelek. Lebih jelek dari jalan kecamatan. Padahal ini adalah jalan sebuah kabupaten. Letak kota Mamasa memang gunung tapi itu bukanlah alasan untuk tidak memperbaiki tempat ini. Malino (Salah satu kota Gunung di Sulawesi Selatan) saja kota pegunungan yang sampai saat ini belum menjadi kabupaten (masih tergabung dengan kabupaten Gowa) sudah sangat maju dan jalanan sudah mulus bahkan terlihat seperti puncak Bogor yang di Jawa.   

Itu merupakan sedikit kisah yang menggambarkan kota Mamasa. Jika anda penasaran dengan kota ini silahkan Datang berkunjung dan rasakan sensasi kota ini. Akhir akhir ini janji akan memperbaiki jalanan kota ini mulai di gembor-gemborkan para calon bupati. Sayangnya, warga Mamasa masih saja ada yang terpengaruh dengan hal ini. Jika di pikir kenapa tidak dari dulu jalanan diperbaiki. Mereka (para calon bupati) menjadikan jalanan sebagai bahan politik yang akan menjadikan mereka naik daun.   

Sungguh memalukan memang, infra struktur yang paling vital dijadikan bahan kampanye namun nihil bukti. Taruhlah contohnya Bupati yang sekarang yang telah mencalonkan diri menjadi bupati lagi. Semenjak masa jabatanya di periode pertama tidak ada hal yang nampak kelihatan dari titik terang jalanan yang semakin bagus. Dan sekarang beliau mencalonkan lagi dan berharap akan dipilih sementara jalanan tak pernah diurus. Saya malah heran dengan sikap yang diambil bupati sekarang yang acuh tak acuh dengan infra struktur yang satu ini. Apakah beliau tidak pernah merasakan goncangan hebat ketika melewati jalanan atau memang sudah ada antipati dengan kondisi masyarakat?. Apakah pimpinan seperti itu yang diharapkan? Tentu tidak. Saya sebagai pendatang saja merasa malu dengan keadaan seperti ini. 

Jika hanya terus menunggu tender atau kontrak dari pusat atau kementrian perhubungan, saya kira Mamasa tidak akan pernah maju dan bahkan lebih terpuruk dari yang sekarang. Salah satu contoh jika jalanan kota Mamasa bagus yaitu banyak pemilik saham yang mau berinvestasi di kota ini. Bahan-bahan rumah tangga mudah dicari dan kalaupun ada, harganya tidak terlalu mahal seperti yang sekarang ini. Yang kedua salah satu contoh jika jalanan Mamasa bagus adalah jaringan operator seluler semakin bagus. Sebut saja TelkomShit atau IMTree yang ada sekarang hanya bisa digunakan bagus pada waktu waktu tertentu. 

Jaringan TelkomShit di Mamasa hanya bisa digunakan SMS saja dan itupun sangat lambat terkirim. Jika anda mau menelpon dengan jaringan ini, anda harus butuh kesabaran yang lebih untuk bisa menembus nomor tujuan anda. Jaringan IMTree apalagi, operator yang satu ini baru bisa digunakan baik ketika menjelang subuh. Bagi anda pemilik Blackbery silahkan bangun subuh untuk bisa mengupdate status atau sekedar browsing internet. Karena kalau sudah menjelang pagi sampai dengan malam hari anda tak bisa berbuat apa apa dengan gadget mahal anda. 

Internet? Apalagi untuk akses yang satu ini. Saya mengira bahwa orang Mamasa lebih tertinggal dengan kecamatan di kampung saya di pelosok Medan sana. Orang Mamasa pasti miskin informasi dan jarang mengikuti perkembangan dari dunia luar. Di zaman se-modern ini, internet sudah merupakan kebutuhan bukan lagi sesuatu lux yang hanya dinikmati oleh orang berduit. Lihat saja kota ini kawan, warung internet saja masih ada satu itu juga hanya digunakan untuk game online. Sungguh  edukasi yang buruk. 

Itu hanyalah sederet persoalan kota Mamasa yang saya alami sebagai pendatang di kota ini. Saya menulis seperti ini karena saya peduli dengan kota ini. Saya hanya merasa melihat sebuah ironi yang terjadi di masyarakat. Seharusnya dengan umur 10 tahun Mamasa kini, mereka sudah bisa berkembang dan tidak semakin tertinggal. Kalau saja saya bukan ditempatkan menjadi pegawai BRI di kota Mamasa ini saya tidak akan menginjakkan kaki lagi disini dan mungkin setiap pekerja akan menghindari penempatan di kota ini karena kami disini seakan terisolasi. 

Sebenarnya tulisan ini hanyalah sebagian kecil dari kekecewaan para pendatang bahkan warga Mamasa sendiri. Tapi semua itu diserahkan lagi kepada warga Mamasa. Apakah anda mau terus terpuruk dalam keadaan seperti ini atau mau bangkit dan berbuatlah sesuatu untuk Mamasa ini dan jangan hanya menunggu kontrak atau tender yang prosedurnya sangat lama bahkan punya kepentingan untuk bisa memenangkannya. Mari kita semua sebagai pemerhati kota Mamasa bersama-sama melawan mereka yang membuat anda yang sudah terpuruk dan membuat anda semakin terpuruk. Lakukan mulai sekarang atau anda akan menyesal dan terlambat menyesalinya.

Mamasa,  April 21, 2013
Kantor BRI Unit Mamasa
Hery Pasaribu

Jumat, 11 Januari 2013

BRI Menempatkanku di Mamasa

Mamasa, itulah nama kota yang aku tempati sekarang bekerja. Tidak sedikitpun terpikirkan akan bekerja di kota ini. Semua kuawali ketika saya diterima kerja di Bank BRI. Waktu itu, setelah selesai ujian meja tepatnya bulan Mei 2012 saya mencoba mendaftar di Bank BUMN ini. Bermodalkan SKL saya bisa diterima pada test tahap pertama yaitu wawancara awal. Saya sangat serius menghadapi test ini karena impian saya untuk bekerja menjadi seorang pegawai bank sangat kuat. Niat itu muncul ketika satya SMA dulu. Saya tertarik saja melihat kehidupan pegawai bank yang sangat makmur dan bahagia. Maka dari itu kalau ada yang bertanya kepada saya ingin jadi apa, dengan mantap saya menjawab bahwa saya ingin menjadi pegawai Bank.
Berfoto Bersama Mantri di Hotel Banua
satu angkatan

Setelah wawancara awal, ternyata saya masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan test ke tahap berikutnya yaitu test wawancara. Kalau tidak salah waktu itu yang lolos di seleksi berkas ada 1700 orang. Hingga  memasuki tahap test psikotest pertama menjadi 1200 orang. Saya masih bingung dengan test semacam ini karena jujur saya tidak tahu sama sekali bagaimana model pertanyaanya. Untung saja tekhnologi sudah maju. Dengan bertanya ke mbah Google saya bisa tahu pertanyaan seperti apa dan bagaimana itu test psikotes. Oleh karena itu saya serius belajar. Ternyata itu tidak sia-sia, saya masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan seleksi ke test psikotest yang ketiga. Waktu itu yang lolos sekitar 952 orang, ternyata perjuangan tidak sampai disitu saja. Test psiko 2 adalah tantangan yang sangat berat. Mulai dari test Koran, test menggambar dan ada nama aneh testnya yang sangat sulit saya ingat. 
Si Putih Hitam
Malam terakhir at Sendik BRI Makassar

Saya pun tidak menyerah dengan mengetahui bahwa sulitnya test itu. Saya mencoba untuk terus fighting dan menaklukkan pertanyaannya. Bagaikan gayung bersambut air (salah kyenya peribahasanya) saya pun masih lanjut ke test wawancara akhr dengan jumlah peserta yang lolos sekitar 420 orang. Dalam test wawancara akhir yang paling menegangkan karena saya harus berhadapan dengan 3 pimpinan cabang dalam satu ruangan. Dan ketika itu saya seakan diadili sendiri. Tapi saya terus mencoba membuat suasana santai walaupun Pincanya (Pimpinan Cabang) agak sedikit kaku. Melihat sambutan mereka yang begitu dingin kepada saya, saya berpikir bahwa saya tidak akan bisa lolos ke test kesehatan. 
Here I am, BRI Unit Mamasa cab. Polewali
Pose at kantor

Puji Tuhan, saya bisa lolos ke test kesehatan dan bersaing dengan 178 peserta lainnya yang lolos. Saya sangat bersyukur karena bisa lolos dari beribu orang yang mendaftar. Setelah test kesehatan ternyata tidak semua lolos, yang melaju ke pendidikan Mantri hanya 170 orang. Delapan orang peserta tersisih dengan penyakit yang saya tidak tahu apa. 

Salah Kostum Saat Wawaancara Awal

Hal yang tidak bisa dilupakan adalah pada saat saya mengikuti wawancara awal di gedung Penelitian Ilmiah Unhas. Namanya juga fresh graduated jadi belum tahu bagaimana pakaian saat wawancara awal. Waktu itu, dosen yang me-wawancarai saya menegur saya dan mengatakan kalo lain kali jangan memakai baju seperti itu lagi.
ini busana waktu wawancara awal. salah banget yah. hehehe

Jumat, 16 November 2012

Be Mantri BRI

Test upload from My Tablet.

Jumat, 01 Juni 2012

Selesai Wisuda Kemana Yah



Wah, hari hari galau nih. Setelah nanti di wisuda gak tahu mau ngapain. Beasiswa s2 jg belum ada. Kerjaan jg belum dapet.. Pusing bgt nih nanti. Mau pulang ke medan juga gak tahu mau ngapain nanti disana. Mau netap disini juga gak mungkin. So, sy harus kemna?

Jumat, 23 Desember 2011

Nongol di Koran tribun Timur Makassar

Awal tahun 2011 lalu, saya memiliki kesempatan untuk mengikuti diklat lanjut jurnalistik yang diadakan olh Universitas Negeri Jakarta. cerita mengenai itu sudah saya tuliskan dalam tulisanku yang lalu-lau. yang ingin saya tampilkan kali ini adalah mengenai tulisanku yang sempat terbit di tribun timur makassar.

Bentuk tulisan saya ini dimuat dalam rubrik citizen reporter. kala itu kanda ana, wartawan tribun menghubungi kami bertiga; saya, hardianti dan fadli mustamin untuk membuat list acaranya supaya dinaik cetak di edisi besoknya. kami pun bersepakat saya yang menulis dan mengirimnya ke email k'ana. dan anda bisa melihat hasilnya di e paper tribun timur seperti yang saya upload diatas. check it out.

Minggu, 25 September 2011

Ahmadiyah “Banting Tulang”


Apa jadinya jika kebebasan kepercayaan anda dikekang oleh oknum tertentu? Apa jadinya juga jika anda beribadah tiba-tiba terjadi penyerangan dari oknum yang bertindak radikal?

            Suasana rumah di Jalan Annuang terasa berbeda. Di sudut jalan itu terdapat sebuah rumah dengan pagar yang dipasang frontline (garis batas, red) polisi.  Pagarnya tertutup rapat dengan  rantai yang terikat dikunci pagar. Sekilas, tempat itu tidak berbeda dengan rumah yang lain. Yang membedakan rumah itu adalah diatasnya terdapat tulisan “aku bersaksi tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan meyakini bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah”(dalam tulisan arab, red).  Rumah itu adalah Masjid An-Nushrat Ahmadiyah.

Sertifikasi Guru, Ilmu Kependidikan Semakin tak Mendapat Tempat


Bangunan bercorak merah mendulang gagah dan megah di tengah kampus hijau Universitas Negeri Jakarta (UNJ), di atasnya tertera aljabar ‘UNJ’ dengan besar. Gedung itu bernama Pusat Studi dan Sertifikasi Guru. Menurut penjaga keamanan yang bertugas di sana, gedung ini telah berdiri selama setahun setelah diresmikan oleh Menteri Pendidikan Moh. Nuh. Informasi itu belum cukup untuk menjawab berbagai pertanyaan lain sebagai bagian dari informasi penting yang ingin kami dapatkan saat akan melakukan liputan dan mengolahnya menjadi berita. Penelusuran pun berlanjut.

FB CURHAT DONK!!!!!!!!!!!!!!


Beberapa waktu yang lalu kita banyak  mendengar melalui media tentang isu curhat presiden yang selama tujuh tahun menjabat tidak pernah naik gaji hal ini menyulut perhatian public sehingga muncul aksit koin untuk presiden. kita juga teringat dengan kasus prita seorang wanita yang menumpahkan curahan hatinya melalui media social yang berujung pada tuntutan pidana. Curhat atau kependekan dari curahan hati adalah istilah yang paling sering diucapkan dikalangan anak muda dalam mengungkapkan isi hatinya kepada seseorang. Sebenarnya bukan hanya pada golongan anak muda yang melakukan pengungkapan tersebut tapi curhat bisa saja dilakukan oleh siapa saja,kalangan,serta tidak dilihat dari jenis kelamin maupun usia dengan.

Selasa, 21 Juni 2011

Malua


acara malua atau naik sidi sudah menjadi hal wajib bagi orang kristiani. Itu adalah kewajiban orang tua terhadap anaknya didunia ini. Kewajiban pertama orangtua kristiani adalah membabtis anknya digereja. Kewajiban kedua adalah mengantar anaknya untuk naik sidi atau dalam bahasa batak adalah malua. Kewajiban yang ketiga adalah mengantarkan anaknya untuk mendapatkan jodoh.

hari ini adalah acara malua adek saya yang di makassar. Namun bagi orang batak bukan hanya acara di gereja yang diadakan. Setelah acara malua itu ada acara keluarga dalam versi adat batak. Maka tidak heran jika melihat rumah teman anda begitu ramai setelah menunaikan acara naik sidi.

Kesasar


Pukul 17.45 sekitar 2 minggu yang lalu. saya beserta anak identitas berangkat ke rumahnya k ija. K ija adalah senior identitas alumni angkatab 2004. Hal seperti ini sudah menjadi kebiasan bagi kru identitas. Tak enak rasanya jika senior identita mengadakan acara namun kami adek-adek yang masih kru tidak datang untuk memeriahkan. Walaupun yang kami kejar adalah makanannya.hhe. Namun bukan itu sepenuhnya yang kami cari. Rasa kekeluargaan yang akan terus kami jalin dengan senior kami.

Kamis, 14 April 2011

Jalan Tikus Dapatkan Uang

Beberapa waktu lalu saya mendapat sms dari seorang teman. Isi sms nya adalah “yang sabar ya, kita gk lulus mendapatkan ********”. Dalam hatiku, ya sudahlah mungkin belum rezeki. Tapi sepertinya teman saya agak merasa jengkel dengan ketidaklulusannya itu. Katanya semua persyaratan sudah dia sepakati dan tidak ada satupun yang luput. Ketika mengumpulkan berkasnya, dia merasa optimis untuk mendapatkan ******** itu. 

KetikA melihat pengumuman itu, hatinya seperti tidak terima melihat beberapa nama yang dia sangka tidak akan lulus karena beberapa persyaratan yang dia tahu tidak dipenuhi dan bahkan lewat dari deadline pengumpulan berkas oleh si penerima ******** dan dia juga melihat nama yang dia tahu tidak pernah mengurus ******** itu namun terpampang namanya sebagai penerima ********.

Sabtu, 26 Maret 2011

Sehat itu Mahal Kawan

Apakah kalian tahu apa yang saya harapkan ketika bangun pagi? Apakah kalian tahu apa yang saya harapkan ketika melihat cerminan wajah saya di kaca? Tak perlu muluk-muluk teman, saya hanya berharap ketika bangun pagi dan saya membuang air seni yang saya harapkan adalah warna kencing saya berwarna putih. Yang saya harapkan juga ketika melihat wajah saya di cermin adalah ketika melihat mata saya tidak berwarna kuning lagi.

Namun, 2 minggu berselang  yang saya harapkan ini belum muncul juga. Setiap pagi yang saya lihat hanya kencing yang berwarna kuning dan mata saya yang berwarna kuning.  Uh… nyesal juga punya penyakit seperti. 

Jumat, 25 Februari 2011

Sekapur Sirih dari Kampung

Nyaman dan tenang adalah sekelompok rasa yang tak dapat dihindari ketika berada di kamppung. Tak ayal banyak yang ingin me Refresh diri ke kampung yang ASRI.


Kedua orangtuaku bersama dengan adekku Ando
PAGI itu, saat matahari masih enggan menampakkan dirinya dari ufuk timur, aku masih berada diatas tempat tidur. Serasa tak ingin bangun karena mimpi yang dari tadi menghiburku masih menari-nari didalam otakku. Tapi kegiatan yang memaksaku untuk diselesaikan pagi itu, makanya aku beranjak dari singgasanaku dan mulai duduk kemudian melipat tangan, menutup mata dan sedikit menundukkan kepala. Aku meminta agar sang pencipta tetap mengasihiku dan keluargaku. Tak lupa juga aku mensyukuri nikmatnya hidup yang Ia beri dan kenyamanan untuk tidur sepanjang malam dan memulai hari dengan berkatNya.

Kamis, 24 Februari 2011

Sakit ini Untuk Siapa?


DUA hari ini saya mengalami penurunan kestabilan tubuh yang drastis. Itu mulai terjadi sekitar dua hari yang lalu. Jadwalku memang sangat padat hari itu. Mulai dari kuliah pagi yang dimulai pukul 07.10 bersambung terus sampai dengan sorenya saya melakukan aktivitas praktikum. Tidak hanya sampai praktikum, setelah itu saya beserta kru identitas Unhas  berangkat ke Universitas Negeri Makassar untuk mengadakan diskusi Laporan Utama-kebetulan saya dan rekan saya  Fadli jadi koordinatornya. Jadi mau tidak mau saya jadi promotor atas diskusi itu. 

Rabu, 16 Februari 2011

Siklus Identitas Selalu Bekerja

Kebersamaan saat di dunkin Donut bersama laskar MUFRIDAH
 Tidak terasa, kehadiranku di identitas sudah hampir tiga tahun. Dulu saya menjajaki karier jurnalistik di identitas. Awalnya saya tidak tahu apa-apa mengenai dunia jurnalistik. Tapi bukan tentang jurnalistik yang mau saya ceritakan dalam tulisan ini. Begini, seperti hidup dan mati. Siklus hidup dan mati terasa nyata sekali dalam kehidupan kita sehari-hari. Tapi di identitas bukan kematian yang saya dapati tapi kepergian yang selalu berulang setiap tahunya.

Siklus di identitas yang sangat terasa sekali ketika magang mulai memasuki identitas. Awalnya ketika saya masuk ke identitas, saya belum merasakan siklus itu. Saya hanya datang belajar dan menunaikan kewajiban. Belum ada rasa memilki akan identitas. Entah kenapa mala ini saya merasa ingin sekali mencurahkan isi hatiku tentang identitas.

Minggu, 13 Februari 2011

Antara Aku, Kau dan Valentinku


Hmm,, kata orang hari ini valentine. Kata orang hari ini semua menebar kasih sayang dengan orang yang dicintai. Kata orang juga hari ini adalah hari yang sangat berbahagia.
Kemarin, waktu pulang gereja, seorang teman brecerita kepada saya bahwa hari ini, tepat pada hari valentine ini dia akan menyatakan cinta dengan orang yang dia suka. Saya bertanya kenapa harus di hari valentine. Teman itu menjawab, supaya momen kasih sayangnya dapat, katanya. Saya pun menghujaninya dengan berbagai pertanyaan. Lalu, bagaimana jika dia menolakmu apakah kau masih mengatakan bahwa hari valentine itu hari kasih sayang?. Dia terdiam sejenak dan kembali menjawab dengan tersenyum tersipu, “saya akan berhenti memikirkan cinta dan fokus pada pelajaran, “ jawabnya seraya tersenyum.

Senin, 31 Januari 2011

33 hal tentang cowok

ini ada beberapa tips buat cewek-cewek yang lagi PDKT sama cowok atau bagi cewek-cewek yang mau tahu semua tentang cowok.

1. Cowo sesungguhnya ngga ngeliat cewe itu cantik ato ngga, tp mereka lebih cenderung ngeliat cewe yg rapi dan anggun.

2. Cowo ngga suka ma yg genit.

3. Ketika cowo bilang klo dia ngga ngerti kamu, scara gamblang itu brarti kamu ngga berpikir seperti yg dia pikir.

4. Cowo mungkin aja ber-genit2 ria sepanjang hari, tp sebelum mereka tidur mereka selalu memikirkan cewe yg bner2 mereka sayang.

5. Ketika seorang cowo bner2 menyayangimu, dia akan melupakan semua karakter jelek mu.

6. Cowo tergila2 ama yang namanya senyuman cewe.

7. Cowo akan melakukan apapun juga hanya tuk ngedapetin perhatian cewe (yg di taksir).

8. Jika kamu menyentuh hati cowo, maka tuh cowo akan berkorban apa aja buat kamu.

9. Jika seorang cewe bilang "ngga", cowo akan mendengarnya sebagai "coba lagi besok"....it's so true!

10. Kamu harus ungkapin apa yg bner2 kamu mau sebelum cowo melakukan apa yg kamu mau.

Minggu, 09 Januari 2011

Pena Emas LPM Didaktika UNJ

mulai hari ini sy beserta dua rekanku fadli dan hardianti akan mengikuti PENA EMAS. yang menjadi tuan rumah dalam kegiatan pena emas kali ini adalah Universitas Negeri Jakarta. Jumlah peserta dari kegiatan ini berjulmlah 39 orang yang terdiri dari Lembaga Pers Mahasiswa di seluruh Indonesia.

Rangkaian acaranya adalah seminar nasional tentyang keberpihakan pendidikan serta PJTLN yang mengambil tema "Glokalitas Pers Mahasiswa". memang sy beserta dua rekan saya diutus dari identitas unhas untuk mengikuti kegiatan yang akan diadakan selama 1 minggu ini. tak banyak persiapan hanya membaca referensi ilmiah tentang masalah pendidikan yang terjadi di Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...