Tampilkan postingan dengan label Curahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curahan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Januari 2014

Sebuah “Kado” Untuk Adlin


Sebelumnya saya memiliki segudang ide untuk menulis dalam berbagai topik. Tapi tidak pernah sempat untuk menulisnya disamping pekerjaan yang seabrek di kantor. Pergi kerja jam 07.00 pagi pulang kerja biasanya jam 07.00 atau jam 08.00 malam. Itu juga kalau tiba di kamar langsung ambil posisi enak untuk tidur dan menunggu besoknya lagi untuk rutinitas kantor.

Kenangan Waktu Magang

Jumat, 11 Januari 2013

BRI Menempatkanku di Mamasa

Mamasa, itulah nama kota yang aku tempati sekarang bekerja. Tidak sedikitpun terpikirkan akan bekerja di kota ini. Semua kuawali ketika saya diterima kerja di Bank BRI. Waktu itu, setelah selesai ujian meja tepatnya bulan Mei 2012 saya mencoba mendaftar di Bank BUMN ini. Bermodalkan SKL saya bisa diterima pada test tahap pertama yaitu wawancara awal. Saya sangat serius menghadapi test ini karena impian saya untuk bekerja menjadi seorang pegawai bank sangat kuat. Niat itu muncul ketika satya SMA dulu. Saya tertarik saja melihat kehidupan pegawai bank yang sangat makmur dan bahagia. Maka dari itu kalau ada yang bertanya kepada saya ingin jadi apa, dengan mantap saya menjawab bahwa saya ingin menjadi pegawai Bank.
Berfoto Bersama Mantri di Hotel Banua
satu angkatan

Setelah wawancara awal, ternyata saya masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan test ke tahap berikutnya yaitu test wawancara. Kalau tidak salah waktu itu yang lolos di seleksi berkas ada 1700 orang. Hingga  memasuki tahap test psikotest pertama menjadi 1200 orang. Saya masih bingung dengan test semacam ini karena jujur saya tidak tahu sama sekali bagaimana model pertanyaanya. Untung saja tekhnologi sudah maju. Dengan bertanya ke mbah Google saya bisa tahu pertanyaan seperti apa dan bagaimana itu test psikotes. Oleh karena itu saya serius belajar. Ternyata itu tidak sia-sia, saya masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan seleksi ke test psikotest yang ketiga. Waktu itu yang lolos sekitar 952 orang, ternyata perjuangan tidak sampai disitu saja. Test psiko 2 adalah tantangan yang sangat berat. Mulai dari test Koran, test menggambar dan ada nama aneh testnya yang sangat sulit saya ingat. 
Si Putih Hitam
Malam terakhir at Sendik BRI Makassar

Saya pun tidak menyerah dengan mengetahui bahwa sulitnya test itu. Saya mencoba untuk terus fighting dan menaklukkan pertanyaannya. Bagaikan gayung bersambut air (salah kyenya peribahasanya) saya pun masih lanjut ke test wawancara akhr dengan jumlah peserta yang lolos sekitar 420 orang. Dalam test wawancara akhir yang paling menegangkan karena saya harus berhadapan dengan 3 pimpinan cabang dalam satu ruangan. Dan ketika itu saya seakan diadili sendiri. Tapi saya terus mencoba membuat suasana santai walaupun Pincanya (Pimpinan Cabang) agak sedikit kaku. Melihat sambutan mereka yang begitu dingin kepada saya, saya berpikir bahwa saya tidak akan bisa lolos ke test kesehatan. 
Here I am, BRI Unit Mamasa cab. Polewali
Pose at kantor

Puji Tuhan, saya bisa lolos ke test kesehatan dan bersaing dengan 178 peserta lainnya yang lolos. Saya sangat bersyukur karena bisa lolos dari beribu orang yang mendaftar. Setelah test kesehatan ternyata tidak semua lolos, yang melaju ke pendidikan Mantri hanya 170 orang. Delapan orang peserta tersisih dengan penyakit yang saya tidak tahu apa. 

Salah Kostum Saat Wawaancara Awal

Hal yang tidak bisa dilupakan adalah pada saat saya mengikuti wawancara awal di gedung Penelitian Ilmiah Unhas. Namanya juga fresh graduated jadi belum tahu bagaimana pakaian saat wawancara awal. Waktu itu, dosen yang me-wawancarai saya menegur saya dan mengatakan kalo lain kali jangan memakai baju seperti itu lagi.
ini busana waktu wawancara awal. salah banget yah. hehehe

Jumat, 01 Juni 2012

Selesai Wisuda Kemana Yah



Wah, hari hari galau nih. Setelah nanti di wisuda gak tahu mau ngapain. Beasiswa s2 jg belum ada. Kerjaan jg belum dapet.. Pusing bgt nih nanti. Mau pulang ke medan juga gak tahu mau ngapain nanti disana. Mau netap disini juga gak mungkin. So, sy harus kemna?

Rabu, 07 Maret 2012

Jeritan Orangtua


Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu, maklumilah diriku. Disaat daku menumpahkan kuah sayuran dibajuku, disaat aku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu, ingatlah saat aku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya. Saat aku dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankanmu, bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku. Dimasa kecilmu, aku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Disaat aku membutuhkanmu untuk memandikanku, janganlah menyalahkanku. Ingatkah dimasa kecilmu bagaimana aku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?. Disaat aku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi moderen, janganlah menertawaiku. Renungkanlah bagaimana aku dengan sabarnya menjawab setiap “mengapa” yang engkau ajukan di saat itu.

Kata-Kata dari seorang Sahabatku yg Duluu


“Adalah sebuah kesalahan ketika mempercayai orang yang seharusnya tidak patut diberi kesempatan untuk belajar dipercayai.”

                “Adalah suatu kesalahan ketika telah menganggap orang itu keluarga namun orang itu tak menganggapnya apa-apa”

“Kejujuran adalah hal penting dalam suatu pertemanan. Tapi manusia adalah sumber kesalahan, tak pernah luput dari salah.”
        Aku setuju sekali, tapi cobalah kau ketahui kenapa dia berbuat salah. Jangan langsung men-judge kesalahanya”

Selasa, 18 Oktober 2011

Tulisan dari Blog Sebelah

Dulu, tanggal 20 Januari 2009 Kubulatkan tekadku tuk mendaftar di organisasi apapun itu. Dan yg terbuka saat itu PK identitas, ya.. kupaksakan diriku tuk mengikuti pemagangannya meski ku tahu di sana pastilah sangat berat.

Minggu, 25 September 2011

Ahmadiyah “Banting Tulang”


Apa jadinya jika kebebasan kepercayaan anda dikekang oleh oknum tertentu? Apa jadinya juga jika anda beribadah tiba-tiba terjadi penyerangan dari oknum yang bertindak radikal?

            Suasana rumah di Jalan Annuang terasa berbeda. Di sudut jalan itu terdapat sebuah rumah dengan pagar yang dipasang frontline (garis batas, red) polisi.  Pagarnya tertutup rapat dengan  rantai yang terikat dikunci pagar. Sekilas, tempat itu tidak berbeda dengan rumah yang lain. Yang membedakan rumah itu adalah diatasnya terdapat tulisan “aku bersaksi tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan meyakini bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah”(dalam tulisan arab, red).  Rumah itu adalah Masjid An-Nushrat Ahmadiyah.

Selasa, 21 Juni 2011

Malua


acara malua atau naik sidi sudah menjadi hal wajib bagi orang kristiani. Itu adalah kewajiban orang tua terhadap anaknya didunia ini. Kewajiban pertama orangtua kristiani adalah membabtis anknya digereja. Kewajiban kedua adalah mengantar anaknya untuk naik sidi atau dalam bahasa batak adalah malua. Kewajiban yang ketiga adalah mengantarkan anaknya untuk mendapatkan jodoh.

hari ini adalah acara malua adek saya yang di makassar. Namun bagi orang batak bukan hanya acara di gereja yang diadakan. Setelah acara malua itu ada acara keluarga dalam versi adat batak. Maka tidak heran jika melihat rumah teman anda begitu ramai setelah menunaikan acara naik sidi.

Kesasar


Pukul 17.45 sekitar 2 minggu yang lalu. saya beserta anak identitas berangkat ke rumahnya k ija. K ija adalah senior identitas alumni angkatab 2004. Hal seperti ini sudah menjadi kebiasan bagi kru identitas. Tak enak rasanya jika senior identita mengadakan acara namun kami adek-adek yang masih kru tidak datang untuk memeriahkan. Walaupun yang kami kejar adalah makanannya.hhe. Namun bukan itu sepenuhnya yang kami cari. Rasa kekeluargaan yang akan terus kami jalin dengan senior kami.

Kamis, 05 Mei 2011

Perrjalanan Hidupku


Mendengar kalimat “who am I ?“ yang dalam  bahasa Indonesia berarti “ siapa saya ?” yang terlintas di benak saya adalah film Jackie Chan yang berjudul serupa. Film ini berkisah tentang seorang lelaki yang amnesia karena sebuah kecelakaan dan berjuang untuk mencari tahu siapa sebenarnya dirinya. Kisah lelaki ini memiliki kemiripan dengan kisah saya yang sedang berjuang untuk mencari tahu jati diri saya, tapi perbedaannya saya tidak amnesia. Saat ini saya sedang mencari tahu siapa saya sebenarnya, untuk apa saya ada dan akan kemana tujuan hidup saya nantinya. Tidak ada yang tahu pasti jawaban semua pertanyaan tersebut bahkan saya sendiri, saya hanya bisa merencanakan dan berharap. Tetapi sesungguhnya, yang terpenting bukanlah jawaban dari pertanyaan tersebut melainkan bagaimana cara menentukan dan melewati jalan yang benar agar sampai di tujuan yang saya harapkan.

Kamis, 14 April 2011

Jalan Tikus Dapatkan Uang

Beberapa waktu lalu saya mendapat sms dari seorang teman. Isi sms nya adalah “yang sabar ya, kita gk lulus mendapatkan ********”. Dalam hatiku, ya sudahlah mungkin belum rezeki. Tapi sepertinya teman saya agak merasa jengkel dengan ketidaklulusannya itu. Katanya semua persyaratan sudah dia sepakati dan tidak ada satupun yang luput. Ketika mengumpulkan berkasnya, dia merasa optimis untuk mendapatkan ******** itu. 

KetikA melihat pengumuman itu, hatinya seperti tidak terima melihat beberapa nama yang dia sangka tidak akan lulus karena beberapa persyaratan yang dia tahu tidak dipenuhi dan bahkan lewat dari deadline pengumpulan berkas oleh si penerima ******** dan dia juga melihat nama yang dia tahu tidak pernah mengurus ******** itu namun terpampang namanya sebagai penerima ********.

Sabtu, 26 Maret 2011

Sehat itu Mahal Kawan

Apakah kalian tahu apa yang saya harapkan ketika bangun pagi? Apakah kalian tahu apa yang saya harapkan ketika melihat cerminan wajah saya di kaca? Tak perlu muluk-muluk teman, saya hanya berharap ketika bangun pagi dan saya membuang air seni yang saya harapkan adalah warna kencing saya berwarna putih. Yang saya harapkan juga ketika melihat wajah saya di cermin adalah ketika melihat mata saya tidak berwarna kuning lagi.

Namun, 2 minggu berselang  yang saya harapkan ini belum muncul juga. Setiap pagi yang saya lihat hanya kencing yang berwarna kuning dan mata saya yang berwarna kuning.  Uh… nyesal juga punya penyakit seperti. 

Jumat, 25 Februari 2011

Sekapur Sirih dari Kampung

Nyaman dan tenang adalah sekelompok rasa yang tak dapat dihindari ketika berada di kamppung. Tak ayal banyak yang ingin me Refresh diri ke kampung yang ASRI.


Kedua orangtuaku bersama dengan adekku Ando
PAGI itu, saat matahari masih enggan menampakkan dirinya dari ufuk timur, aku masih berada diatas tempat tidur. Serasa tak ingin bangun karena mimpi yang dari tadi menghiburku masih menari-nari didalam otakku. Tapi kegiatan yang memaksaku untuk diselesaikan pagi itu, makanya aku beranjak dari singgasanaku dan mulai duduk kemudian melipat tangan, menutup mata dan sedikit menundukkan kepala. Aku meminta agar sang pencipta tetap mengasihiku dan keluargaku. Tak lupa juga aku mensyukuri nikmatnya hidup yang Ia beri dan kenyamanan untuk tidur sepanjang malam dan memulai hari dengan berkatNya.

Kamis, 24 Februari 2011

Sakit ini Untuk Siapa?


DUA hari ini saya mengalami penurunan kestabilan tubuh yang drastis. Itu mulai terjadi sekitar dua hari yang lalu. Jadwalku memang sangat padat hari itu. Mulai dari kuliah pagi yang dimulai pukul 07.10 bersambung terus sampai dengan sorenya saya melakukan aktivitas praktikum. Tidak hanya sampai praktikum, setelah itu saya beserta kru identitas Unhas  berangkat ke Universitas Negeri Makassar untuk mengadakan diskusi Laporan Utama-kebetulan saya dan rekan saya  Fadli jadi koordinatornya. Jadi mau tidak mau saya jadi promotor atas diskusi itu. 

Rabu, 16 Februari 2011

Siklus Identitas Selalu Bekerja

Kebersamaan saat di dunkin Donut bersama laskar MUFRIDAH
 Tidak terasa, kehadiranku di identitas sudah hampir tiga tahun. Dulu saya menjajaki karier jurnalistik di identitas. Awalnya saya tidak tahu apa-apa mengenai dunia jurnalistik. Tapi bukan tentang jurnalistik yang mau saya ceritakan dalam tulisan ini. Begini, seperti hidup dan mati. Siklus hidup dan mati terasa nyata sekali dalam kehidupan kita sehari-hari. Tapi di identitas bukan kematian yang saya dapati tapi kepergian yang selalu berulang setiap tahunya.

Siklus di identitas yang sangat terasa sekali ketika magang mulai memasuki identitas. Awalnya ketika saya masuk ke identitas, saya belum merasakan siklus itu. Saya hanya datang belajar dan menunaikan kewajiban. Belum ada rasa memilki akan identitas. Entah kenapa mala ini saya merasa ingin sekali mencurahkan isi hatiku tentang identitas.

Minggu, 13 Februari 2011

Antara Aku, Kau dan Valentinku


Hmm,, kata orang hari ini valentine. Kata orang hari ini semua menebar kasih sayang dengan orang yang dicintai. Kata orang juga hari ini adalah hari yang sangat berbahagia.
Kemarin, waktu pulang gereja, seorang teman brecerita kepada saya bahwa hari ini, tepat pada hari valentine ini dia akan menyatakan cinta dengan orang yang dia suka. Saya bertanya kenapa harus di hari valentine. Teman itu menjawab, supaya momen kasih sayangnya dapat, katanya. Saya pun menghujaninya dengan berbagai pertanyaan. Lalu, bagaimana jika dia menolakmu apakah kau masih mengatakan bahwa hari valentine itu hari kasih sayang?. Dia terdiam sejenak dan kembali menjawab dengan tersenyum tersipu, “saya akan berhenti memikirkan cinta dan fokus pada pelajaran, “ jawabnya seraya tersenyum.

Jumat, 11 Februari 2011

Lagi Jengkel Sama Orang Sok


Aku punya temen, sebut saja dia Kampret. Aku juga nggak tau sejarahnya aku sampe bisa kenal sama Kampret. sumpah, orangnya SOK sekali.

Aku akuin, aku emang nggak pintar, dan itu emang udah aku sadarin dari dulu. makanya nggak usah ngejek! aku tau kamu pinter, tapi please, nggak usah segitunya ya.

Senin, 31 Januari 2011

Hati Seorang Ayah

Kupersembahkan tulisan ini untuk sahabatku yang baru saja kehilangan ayahnya..

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban

Ayahnya. Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti."

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki."

Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian."

Selasa, 11 Januari 2011

Glokalitas Pers Mahasiswa


Minggu (9/1), saya beserta dua rekan saya Fadli dan Hardianti berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Pekan Nasional Pers Mahasiswa (Pena Emas).  Kami adalah perwakilan dari Penerbitan Kampus (PK)  identitas Universitas Hasanuddin. Kali ini yang menjadi tuan rumah perhelatan Pers Mahasiswa ini adalah Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Didaktika, Universitas Negeri Jakarta.  Setelah sebelumnya dieselenggarakan oleh UKPM Catatan Kaki, Unhas, Makassar. Kegiatan ini akan digelar pada tanggal 10-17 Januari 2011.
Kegiatan yang dihadiri oleh 18 LPM se-Indonseia ini mengambil tema “Glokalitas Pers Mahasiswa”. Tema ini diangkat dengan maksud bagaimana memaknai pers mahasiswa untuk dapat berpikir global dan bertindak lokal.

Minggu, 09 Januari 2011

Pena Emas LPM Didaktika UNJ

mulai hari ini sy beserta dua rekanku fadli dan hardianti akan mengikuti PENA EMAS. yang menjadi tuan rumah dalam kegiatan pena emas kali ini adalah Universitas Negeri Jakarta. Jumlah peserta dari kegiatan ini berjulmlah 39 orang yang terdiri dari Lembaga Pers Mahasiswa di seluruh Indonesia.

Rangkaian acaranya adalah seminar nasional tentyang keberpihakan pendidikan serta PJTLN yang mengambil tema "Glokalitas Pers Mahasiswa". memang sy beserta dua rekan saya diutus dari identitas unhas untuk mengikuti kegiatan yang akan diadakan selama 1 minggu ini. tak banyak persiapan hanya membaca referensi ilmiah tentang masalah pendidikan yang terjadi di Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...