Awal tahun 2011 lalu, saya memiliki kesempatan untuk mengikuti diklat lanjut jurnalistik yang diadakan olh Universitas Negeri Jakarta. cerita mengenai itu sudah saya tuliskan dalam tulisanku yang lalu-lau. yang ingin saya tampilkan kali ini adalah mengenai tulisanku yang sempat terbit di tribun timur makassar.
Bentuk tulisan saya ini dimuat dalam rubrik citizen reporter. kala itu kanda ana, wartawan tribun menghubungi kami bertiga; saya, hardianti dan fadli mustamin untuk membuat list acaranya supaya dinaik cetak di edisi besoknya. kami pun bersepakat saya yang menulis dan mengirimnya ke email k'ana. dan anda bisa melihat hasilnya di e paper tribun timur seperti yang saya upload diatas. check it out.
Jumat, 23 Desember 2011
Selasa, 18 Oktober 2011
Tulisan dari Blog Sebelah
Dulu, tanggal 20 Januari 2009 Kubulatkan tekadku tuk mendaftar di organisasi apapun itu. Dan yg terbuka saat itu PK identitas, ya.. kupaksakan diriku tuk mengikuti pemagangannya meski ku tahu di sana pastilah sangat berat.
Minggu, 25 September 2011
Ahmadiyah “Banting Tulang”
Apa jadinya jika
kebebasan kepercayaan anda dikekang oleh oknum tertentu? Apa jadinya juga jika
anda beribadah tiba-tiba terjadi penyerangan dari oknum yang bertindak radikal?
Suasana rumah di Jalan Annuang terasa
berbeda. Di sudut jalan itu terdapat sebuah rumah dengan pagar yang dipasang frontline (garis batas, red) polisi. Pagarnya tertutup rapat dengan rantai yang terikat dikunci pagar. Sekilas,
tempat itu tidak berbeda dengan rumah yang lain. Yang membedakan rumah itu adalah
diatasnya terdapat tulisan “aku bersaksi tidak ada Tuhan yang berhak disembah
kecuali Allah dan meyakini bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah”(dalam
tulisan arab, red). Rumah itu adalah Masjid An-Nushrat Ahmadiyah.
Iuran Tanpa Landasan
Saat
mengurus KRS semester lalu, beberapa Jurusan membuat aturan tambahan yaitu
membayar iuran himpunan. Ternyata penyetoran iuran ini tidak mendapat restu
dari rektorat.
Awal Semester
genap Tahun Ajaran (TA) 2011 telah dimulai, aktivitas perkuliahan pun telah
berjalan seperti biasanya. Kegiatan himpunan yang sempat tersendat, kini mulai
jalan lagi sepulangnya para anggota dari aktivitas liburnya. Namun disela-sela
liburan, ada saja lembaga yang mempersiapkan kegiatanya untuk mencari dana.
Contohnya saja
di Himpunan Mahasiswa Sastra Asia Barat (Himab) Untuk mendapatkan dana kegiatan
mereka mengajukan berbagai proposal ke berbagai Instansi. Dan bahkan untuk
mencukupi dana yang kurang, pada saat pengurusan Kartu Rencana Studi (KRS) semester
lalu mereka meminta kerjasama dengan Jurusan untuk memungut iuran himpunan.
Sertifikasi Guru, Ilmu Kependidikan Semakin tak Mendapat Tempat
Bangunan
bercorak merah mendulang gagah dan megah di tengah kampus hijau Universitas Negeri
Jakarta (UNJ), di atasnya tertera aljabar ‘UNJ’ dengan besar. Gedung itu
bernama Pusat Studi dan Sertifikasi Guru. Menurut penjaga keamanan yang
bertugas di sana, gedung ini telah berdiri selama setahun setelah diresmikan
oleh Menteri Pendidikan Moh. Nuh. Informasi itu belum cukup untuk menjawab
berbagai pertanyaan lain sebagai bagian dari informasi penting yang ingin kami
dapatkan saat akan melakukan liputan dan mengolahnya menjadi berita.
Penelusuran pun berlanjut.
FB CURHAT DONK!!!!!!!!!!!!!!
Beberapa
waktu yang lalu kita banyak mendengar
melalui media tentang isu curhat presiden yang selama tujuh tahun menjabat
tidak pernah naik gaji hal ini menyulut perhatian public sehingga muncul aksit
koin untuk presiden. kita juga teringat dengan kasus prita seorang wanita yang menumpahkan
curahan hatinya melalui media social yang berujung pada tuntutan pidana. Curhat
atau kependekan dari curahan hati adalah istilah yang paling sering diucapkan
dikalangan anak muda dalam mengungkapkan isi hatinya kepada seseorang.
Sebenarnya bukan hanya pada golongan anak muda yang melakukan pengungkapan
tersebut tapi curhat bisa saja dilakukan oleh siapa saja,kalangan,serta tidak
dilihat dari jenis kelamin maupun usia dengan.
Pemanasan Global, Masalah Kita Semua
Perubahan
iklim dewasa ini telah menjadi isu utama dan permasalahan bagi banyak negara. Konferensi
Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim atau UNFCCC
yang dilangsungkan di Kyoto, Jepang pada 11 Desember 1997 lalu telah berhasil
membuat 168 negara di dunia turut andil di dalamnya. Hal tersebut tentunya mampu
memperlihatkan keseriusan akan isu ini, dimana negara-negara yang
meratifikasinya berkomitmen untuk mengurangi emisi atau pengeluaran karbon
dioksida serta lima gas rumah kaca lainnya guna meredam efek rumah kaca yang
berdampak pada proses pemanasan global.
Langganan:
Postingan (Atom)






