ini ada beberapa tips buat cewek-cewek yang lagi PDKT sama cowok atau bagi cewek-cewek yang mau tahu semua tentang cowok.
1. Cowo sesungguhnya ngga ngeliat cewe itu cantik ato ngga, tp mereka lebih cenderung ngeliat cewe yg rapi dan anggun.
2. Cowo ngga suka ma yg genit.
3. Ketika cowo bilang klo dia ngga ngerti kamu, scara gamblang itu brarti kamu ngga berpikir seperti yg dia pikir.
4. Cowo mungkin aja ber-genit2 ria sepanjang hari, tp sebelum mereka tidur mereka selalu memikirkan cewe yg bner2 mereka sayang.
5. Ketika seorang cowo bner2 menyayangimu, dia akan melupakan semua karakter jelek mu.
6. Cowo tergila2 ama yang namanya senyuman cewe.
7. Cowo akan melakukan apapun juga hanya tuk ngedapetin perhatian cewe (yg di taksir).
8. Jika kamu menyentuh hati cowo, maka tuh cowo akan berkorban apa aja buat kamu.
9. Jika seorang cewe bilang "ngga", cowo akan mendengarnya sebagai "coba lagi besok"....it's so true!
10. Kamu harus ungkapin apa yg bner2 kamu mau sebelum cowo melakukan apa yg kamu mau.
Senin, 31 Januari 2011
Hati Seorang Ayah
Kupersembahkan tulisan ini untuk sahabatku yang baru saja kehilangan ayahnya..
Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban
Ayahnya. Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti."
Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki."
Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.
Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"
Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian."
Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban
Ayahnya. Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti."
Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki."
Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.
Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"
Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian."
Selasa, 11 Januari 2011
Glokalitas Pers Mahasiswa
Minggu (9/1), saya beserta dua rekan saya Fadli dan Hardianti berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Pekan Nasional Pers Mahasiswa (Pena Emas). Kami adalah perwakilan dari Penerbitan Kampus (PK) identitas Universitas Hasanuddin. Kali ini yang menjadi tuan rumah perhelatan Pers Mahasiswa ini adalah Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Didaktika, Universitas Negeri Jakarta. Setelah sebelumnya dieselenggarakan oleh UKPM Catatan Kaki, Unhas, Makassar. Kegiatan ini akan digelar pada tanggal 10-17 Januari 2011.
Kegiatan yang dihadiri oleh 18 LPM se-Indonseia ini mengambil tema “Glokalitas Pers Mahasiswa”. Tema ini diangkat dengan maksud bagaimana memaknai pers mahasiswa untuk dapat berpikir global dan bertindak lokal.
Minggu, 09 Januari 2011
Pena Emas LPM Didaktika UNJ
mulai hari ini sy beserta dua rekanku fadli dan hardianti akan mengikuti PENA EMAS. yang menjadi tuan rumah dalam kegiatan pena emas kali ini adalah Universitas Negeri Jakarta. Jumlah peserta dari kegiatan ini berjulmlah 39 orang yang terdiri dari Lembaga Pers Mahasiswa di seluruh Indonesia.
Rangkaian acaranya adalah seminar nasional tentyang keberpihakan pendidikan serta PJTLN yang mengambil tema "Glokalitas Pers Mahasiswa". memang sy beserta dua rekan saya diutus dari identitas unhas untuk mengikuti kegiatan yang akan diadakan selama 1 minggu ini. tak banyak persiapan hanya membaca referensi ilmiah tentang masalah pendidikan yang terjadi di Indonesia.
Rangkaian acaranya adalah seminar nasional tentyang keberpihakan pendidikan serta PJTLN yang mengambil tema "Glokalitas Pers Mahasiswa". memang sy beserta dua rekan saya diutus dari identitas unhas untuk mengikuti kegiatan yang akan diadakan selama 1 minggu ini. tak banyak persiapan hanya membaca referensi ilmiah tentang masalah pendidikan yang terjadi di Indonesia.
Selasa, 28 Desember 2010
Cerita di Balik Kemenangan Malaysia
Hari itu, seusai pertandingan Final Leg 1 di Bukit Jalil, Malaysia, kemenangan atas Malaysia menjadi berita utama di media-media. Bukan hanya di Indonesia, bahkan berita meredahkan Indonesia pun marak di Malaysia. Isi berita di Indonesia hampir Beragam di semua media. Beritanya hanya menginformasikan kekalahan Indonesia dan seakan menyudutkan Indonesia. Namun ada juga yang memberitakan kenapa Indonesia bisa kalah dan kenapa Malaysia bisa menang. Hal itu memang wajar melihat Malaysia pernah dikalahkan oleh Indonesia di babak penyisihan dengan skor 5-1.
Kekalahan Indonesia bukan tanpa alasan. Selama babak pertama permainan Indonesia sudah mulai terganggu oleh sinar laser yang katanya ditembakkan oleh supporter Malaysia. Atas kejadian itu markus horizon sang kiper timnas Indonesia sempat protes. Namun wasit seakan tidak menggubris protes si botak dari medan ini. Permainan pun berlanjut. Piluit selesainya babak pertama pun telah terdengar. Selama 15 menit istirahat kedua tim yang berlaga di final leg 1 AFF 2010 ini pun mengatur strategi. Nah, pada saat istirahat inilah mungkin timnas Malaysia membuat strategi pengecohan konsentrasi Indonesia. Melalui laser yang dimiliki oleh makaysia mereka pun semakin menjadi-jadi menembakkan laser ke wajah para pemain Indonesia.
Kamis, 23 Desember 2010
10 Jurusan paling dicari di Unhas
Berikut adalah beberapa Jurusan yang paling dicari dan diidamkan di Universitas Hasanuddin (Unhas). Kenapa Unhas? Karena Unhas merupakan universitas terbesar di Indonesia Timur. Jadi jangan heran jika Indonesia Timur selalu di identikkan dengan Unhas. Tidak usah panjang lebar karena kalau panjang itu bibirnya Tukul Arwana.hhe…
1. Jurusan Kedokteran Umum
Kalau jurusan yang satu ini adalah jurusan idaman segala umat. Para siswa tidak berpikir jauh untuk memilih jurusan ini. Mereka tidak memikirkan begitu banyak saingan jika terlanjur memilih jurusan ini. Katanya sih “Unhas, kedokterannya jie”
2. Jurusan Kesehatan Masyarakat
Masih didominasi oleh kalangan exact. Kali ini adalah Fakultas Kesehatan Masyrakat. Ini juga menjadi incaran calon Mahasiswa Baru (Maba) jika hendak melakukan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Rabu, 22 Desember 2010
10 Stadion Terbaik Asia (Gelora Bung karno No. 2)
Azadi (Tehran, Iran)
Stadion ini dibangun pertama kali tahun 1973 dan diresmikan pada tahun itu juga untuk penyelenggaraan Asian Games 1974 di Iran. Pada tahun 2002 stadion ini direnovasi untuk mengurangi kapasitas tempat duduk penontonnya dari 100.000 menjadi 90.000 tempat duduk. Stadion ini pernah diberi nama Stadion Aryamehr sebagai penghargaan dari anggota Shah Iran namun beberapa waktu kemudian kembali menjadi Stadion Azadi setelah Revolusi Iran tahun 1979.
Gelora Bung Karno (Jakarta, Indonesia)
Jangan ragu karena stadion kita dapat mengalahkan beberapa stadion lain yang memang kelihatannya lebih baik daripada stadion kebanggan kita misalnya stadion Saitama di Jepang yang pernah menggelar even sekelas Piala Dunia 2002. Stadion kebanggan kita ini mempunyai Lampu: 1.200 luks Panjang sentel ban: 800 meter Panjang lapangan: 110 meter Lebar lapangan: 60 meter. Stadion ini dinamai untuk menghormati Soekarno, Presiden pertama Indonesia, yang juga merupakan tokoh yang mencetuskan gagasan pembangunan kompleks olah raga ini. Pembangunan stadion ini mendapat bantuan Uni soviet saat itu dan apad 2007 lalu menjadi saksi bersejarah Irak meraih gelar juara Piala Asia. Kita harus bangga mempunyai stadion terbesar di Asia Tenggara dan sekarang di akui di level Asia.
Stadion ini dibangun pertama kali tahun 1973 dan diresmikan pada tahun itu juga untuk penyelenggaraan Asian Games 1974 di Iran. Pada tahun 2002 stadion ini direnovasi untuk mengurangi kapasitas tempat duduk penontonnya dari 100.000 menjadi 90.000 tempat duduk. Stadion ini pernah diberi nama Stadion Aryamehr sebagai penghargaan dari anggota Shah Iran namun beberapa waktu kemudian kembali menjadi Stadion Azadi setelah Revolusi Iran tahun 1979.
Gelora Bung Karno (Jakarta, Indonesia)
Jangan ragu karena stadion kita dapat mengalahkan beberapa stadion lain yang memang kelihatannya lebih baik daripada stadion kebanggan kita misalnya stadion Saitama di Jepang yang pernah menggelar even sekelas Piala Dunia 2002. Stadion kebanggan kita ini mempunyai Lampu: 1.200 luks Panjang sentel ban: 800 meter Panjang lapangan: 110 meter Lebar lapangan: 60 meter. Stadion ini dinamai untuk menghormati Soekarno, Presiden pertama Indonesia, yang juga merupakan tokoh yang mencetuskan gagasan pembangunan kompleks olah raga ini. Pembangunan stadion ini mendapat bantuan Uni soviet saat itu dan apad 2007 lalu menjadi saksi bersejarah Irak meraih gelar juara Piala Asia. Kita harus bangga mempunyai stadion terbesar di Asia Tenggara dan sekarang di akui di level Asia.
Langganan:
Postingan (Atom)




